ANALISIS KELAYAKAN PENDIRIAN INDUSTRI ABON IKAN LELE DUMBO (Clarias gariepinus) DI KABUPATEN BOYOLALI, JAWA TENGAH
Abstrak
Tingginya produksi ikan lele (Clarias gariepinus) di Kabupaten Boyolali yang mencapai nilai Rp648,9 Miliar pada tahun 2023 membuka peluang strategis bagi pengembangan agroindustri bernilai tambah, salah satunya adalah pengolahan abon ikan lele. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kelayakan pendirian industri abon ikan lele pada PT. ABELINDO ditinjau dari aspek pasar, teknis, operasional, legal, lingkungan, dan kelayakan finansial. Penelitian ini merupakan studi kelayakan yang dirancang untuk pabrik di Kecamatan Sawit, Kabupaten Boyolali dengan perencanaan kapasitas bahan baku mentah sebesar 5.000 kg/hari. Analisis kelayakan teknis dilakukan melalui perhitungan neraca massa dan perancangan tata letak menggunakan metode Systematic Layout Planning (SLP). Analisis kelayakan finansial dievaluasi menggunakan indikator Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Benefit Cost Ratio (BCR), dan Payback Period (PBP) dengan skenario umur proyek 8 tahun pada tingkat Minimum Attractive Rate of Return (MARR) 10%, serta pengujian batas kelayakan melalui analisis sensitivitas. Hasil evaluasi teknis menunjukkan lini pabrik mampu memproduksi rendemen akhir sebesar 1.100 kg abon siap kemas per hari dengan penerapan instalasi pengolahan limbah ramah lingkungan (sistem bio-filter). Secara finansial, proyek dengan investasi awal sebesar Rp66.077.070.702 ini dinyatakan sangat layak untuk dijalankan. Hasil analisis mencatatkan NPV positif sebesar Rp48.022.235.309, IRR sebesar 27,44%, BCR sebesar 1,73, dan PBP tercapai dalam kurun waktu 3 tahun 1 bulan. Analisis sensitivitas menyimpulkan bahwa batas toleransi risiko proyek ini tetap layak selama kenaikan biaya produksi operasional tidak melampaui 10% dan persentase penurunan harga jual produk tidak lebih dari 10%.




