PENGARUH PENAMBAHAN KAYU MANIS PADA TEH BUNGA TELANG TERHADAP KARAKTERISTIK KIMIA DAN ORGANOLEPTIK
Abstrak
Bunga telang (Clitoria ternatea) merupakan salah satu tanaman herbal yang mengandung berbagai senyawa bioaktif, seperti antosianin dan flavonoid, yang berpotensi dimanfaatkan dalam pengembangan produk pangan fungsional. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh variasi proporsi bunga telang dalam formulasi teh celup herbal terhadap sifat fisikokimia, khususnya kadar air dan kadar abu, serta tingkat penerimaan sensoris yang meliputi warna, aroma, dan rasa. Percobaan disusun menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor perlakuan berupa proporsi bunga telang yang terdiri dari lima tingkat, yaitu 0%, 25%, 50%, 75%, dan 100%, dengan tiga kali pengulangan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis varians dan dilanjutkan dengan uji pembeda antarperlakuan pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan proporsi bunga telang memberikan pengaruh signifikan terhadap kadar air produk (p < 0,05), dengan nilai berkisar antara 12,39% hingga 14,83%. Sebaliknya, kadar abu tidak menunjukkan perbedaan yang berarti antarperlakuan (p > 0,05), dengan kisaran nilai 4,21%–4,47% yang masih sesuai dengan standar SNI 3836:2013. Evaluasi organoleptik juga menunjukkan bahwa variasi perlakuan tidak memberikan perbedaan nyata terhadap parameter warna, aroma, dan rasa, dengan skor hedonik berada pada rentang yang relatif seragam. Secara keseluruhan, formulasi dengan penambahan 75% bunga telang memberikan hasil terbaik karena menghasilkan kadar air paling rendah yang berpotensi meningkatkan daya simpan, kadar abu yang stabil, serta tingkat kesukaan terhadap warna yang lebih tinggi dibandingkan perlakuan lainnya.




