Jurnal Agroindustri Pangan
https://ojs.poltesa.ac.id/index.php/Agroindustri
<p>Jurnal Agroindustri Pangan (ISSN 2964-8343) merupakan publikasi ilmiah yang dikelola oleh Program Studi Agroindustri Pangan, Jurusan Agribisnis, Politeknik Negeri Sambas. Ruang lingkup jurnal berkaitan dengan Teknologi Pangan, Pangan Fungsional, Gizi Pangan, Teknologi Hasil Pertanian, Rekayasa Sistem Agroindustri, Teknologi Proses Agroindustri, Manajemen Agroindustri dan penelitian lainnya yang berkaitan dengan industri pangan. Jurnal ini bertujuan untuk memfasilitasi penyebaran hasil penelitian oleh peneliti, dosen, mahasiswa, praktisi industri, dan pihak umum lainnya. Jurnal Agroindustri Pangan terbit sebanyak 3 kali dalam satu tahun yaitu Bulan Maret, Juli dan November.</p> <p> </p>PPPM POLTESAen-USJurnal Agroindustri Pangan2964-8343Penggunaan Tepung Talas Dalam Pembuatan Choux
https://ojs.poltesa.ac.id/index.php/Agroindustri/article/view/1071
<p>Penggunaan Tepung Talas Dalam Pembuatan <em>Choux</em> adalah penelitian yang dilakukan untuk mengetahui bagaimana hasil penilaian organoleptik produk <em>choux</em> yang menggunakan tepung talas dibandingkan dengan produk <em>choux</em> konvensional. Pertanyaan yang diajukan dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimana warna <em>Choux</em> yang ditampilkan dari penggunaan tepung talas? 2) Bagaimana aroma <em>Choux</em> yang tercium dari penggunaan tepung talas? 3) Bagaimana rasa <em>Choux</em> yang diberikan dari penggunaan tepung talas? Dan 4) Bagaimana tesktur <em>Choux</em> yang dirasakan dari penggunaan tepung talas? Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian eksperimen. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, studi pustaka, dan uji panelis untuk mengukur aspek organoleptik produk <em>choux</em>. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan tersebut, maka dapat diketahui bahwa penggunaan tepung talas dalam pembuatan <em>choux</em> dapat diterima oleh konsumen berdasarkan hasil uji panelis yang telah dilakukan.</p>Teddy ChandraWin Danuja Yudha Bambang Sapto Utomo
Copyright (c) 2025 Jurnal Agroindustri Pangan
2025-11-242025-11-244313815710.47767/agroindustri.v4i3.1071ANALISIS CEMARAN LOGAM BERAT CADMIUM (Cd) DAN TIMBAL (Pb) DI LABORATORIUM KEAMANAN PANGAN ( UPTD-BPSMP) DINAS PANGAN PROVINSI SUMATERA BARAT
https://ojs.poltesa.ac.id/index.php/Agroindustri/article/view/1051
<p>Beras merupakan bahan pangan utama bagi masyarakat indonesia. Sebagai bahan pangan penghasil karbohidrat, beras yang dikonsumsi harus bebas dari kontaminan logam berat seperti Cadmium (Pb) dan timbal (Cd). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan analisis cemaran logam berat Pb dan Cd pada sampel beras di Laboratorium Keamanan Pangan (UPTD-BPSMP) Dinas Pangan Provinsi Sumatera Barat. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode analisis. Pengamatan dilakukan selama satu bulan, sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah beras (Oryza sativa). Sampel dianalisis dengan menggunakan metode GFA AAS yang akan diolah pada software kemudian disajikan dalam bentuk tabel dan grafik kemudian dibahas sesuai dengan hasil yang ditemukan. Berdasarkan analisis yang dilakukan terdapat enam sampel beras yang mengandung logam berat Cd dalam kadar tinggi, yaitu: sampel 01/CL/CM/KS/BKP dengan kadar Cd sebesar 0,138 mg/kg; sampel 05/CL/BM/KS/BKP sebesar 0,140 mg/kg; sampel 06/CL/AD/SL/BKP sebesar 0,131 mg/kg; sampel 08/CL/SA/SJ/BKP sebesar 0,140 mg/kg, sampel 09/CL/C/SW/BKP sabesar 0,103 mg/kg, dan sampel 08/CL/SA/SJ/BKP sebesar 0,137 mg/kg. Selain itu, terdapat satu sampel beras dengan kadar logam berat Pb yang tinggi, yaitu sampel 08/CL/SA/SJ/BKP dengan kadar Pb sebesar 0,221 mg/kg. Sesuai dengan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) No. 53 Tahun 2018, batas maksimum logam berat dalam beras adalah 0,2 mg/kg untuk Pb dan 0,1 mg/kg untuk Cd. Dengan demikian, beras yang melebihi batas tersebut dinyatakan tidak aman untuk dikonsumsi dan diperjualbelikan, karena dapat menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan masyarakat.</p> <p><strong>Kata kunci:</strong> <strong>Beras, Cadmium, Dinas pangan, logam berat, Timbal.</strong></p>Faizal Faizal
Copyright (c) 2025 Jurnal Agroindustri Pangan
2025-11-242025-11-244315817110.47767/agroindustri.v4i3.1051Karakteristik Organoleptik, Fisikokimia, dan Mikrobiologi Dadar Gulung Es Teler dengan Subtitusi Tepung Talas Beneng
https://ojs.poltesa.ac.id/index.php/Agroindustri/article/view/1052
<p>S’teler roll merupakan inovasi jajanan pasar berupa dadar gulung dengan isian es teler dan substitusi tepung talas beneng untuk meningkatkan nilai gizi dan memanfaatkan pangan lokal. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh substitusi tepung talas beneng terhadap karakteristik fisik, kimia, mikrobiologi, dan organoleptik s’teler roll. Empat formulasi diuji (f1–f4) dengan proporsi tepung talas beneng 20–35%. Metode analisis meliputi uji organoleptik oleh 30 panelis semi-terlatih, uji kimia (kadar air, abu, lemak, protein, pati, gula total, dan asam oksalat), fisik (warna), dan mikrobiologi (alt). Hasil organoleptik menunjukkan f1 (80:20) sebagai formulasi terbaik berdasarkan metode de garmo, dengan skor tertinggi pada parameter warna dan tekstur. Uji kimia f1 menunjukkan kadar air 62,71%, protein 2,73%, lemak 4,5%, abu 0,63%, pati 16,78%, gula total 46,73%, dan asam oksalat 86,37 mg/kg. Analisis fisik menunjukkan nilai kecerahan l* 54,21, a* 21,82, b* 6,47, dan chroma 22,76, dengan dominasi warna merah muda. Untuk hasil alt mencapai 5,9×105 cfu/g yang mengindikasikan potensi kontaminasi mikroba akibat isian segar seperti buah dan vla.</p>Diana RahmayantiAisha Shahrin FathiaVita Shofiyah RohmahMoh. Dzulqornain Jihadul HaqFadhia Shafira Oktavia HendraBalqis Nuralifah
Copyright (c) 2025 Jurnal Agroindustri Pangan
2025-11-162025-11-164317219310.47767/agroindustri.v4i3.1052Perbandingan Mutu Sensoris Saus Tomat Menggunakan Metode Uji Segitiga
https://ojs.poltesa.ac.id/index.php/Agroindustri/article/view/1064
<p>Saus tomat merupakan produk olahan berbasis tomat yang digunakan sebagai penyedap dan pelengkap makanan, dengan mutu ditentukan oleh warna, aroma, dan rasa. Penelitian ini membandingkan mutu sensoris dua merek saus tomat menggunakan uji segitiga pada 15 panelis di Laboratorium Evaluasi Sensori Universitas Pendidikan Indonesia dengan desain distribusi binomial. Tiga sampel dikodekan acak dan diuji untuk parameter warna, aroma, dan rasa. Hasil menunjukkan warna dan rasa berbeda signifikan pada taraf kepercayaan 5%, 1%, dan 0,10%, sedangkan aroma berbeda nyata pada taraf 5%. Warna paling mudah dikenali karena pengaruh pigmen likopen dan proses pemanasan, aroma dipengaruhi senyawa volatil dan rempah tambahan, sedangkan rasa bergantung pada formulasi bahan. Uji ini memberikan gambaran objektif kemampuan panelis mendeteksi perbedaan, sekaligus menjadi acuan produsen dalam pengendalian mutu dan pengembangan produk yang kompetitif.</p>Farrisha Nurul AzharArkis YumnaMellysa Putri Ardana
Copyright (c) 2025 Jurnal Agroindustri Pangan
2025-11-212025-11-214319420210.47767/agroindustri.v4i3.1064