EDUKASI PENCEGAHAN STUNTING PADA ANAK MELALUI PEMANFAATAN MOTION GRAPHIC DALAM MENINGKATKAN PELAYANAN PADA POSYANDU MENTAWA KABUPATEN SAMBAS EDUKASI PENCEGAHAN STUNTING PADA ANAK MELALUI PEMANFAATAN MOTION GRAPHIC DALAM MENINGKATKAN PELAYANAN PADA POSYANDU MENTAWA KABUPATEN SAMBAS

Main Article Content

Milda Surgani Firdania

Abstract

Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 19 Tahun 2011, Posyandu adalah salah
satu bentuk upaya kesehatan bersumber daya masyarakat yang dikelola dan diselenggarakan
dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan,
guna memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam
memperoleh pelayanan kesehatan dasar untuk mempercepat penurunan angka kematian ibu
dan bayi. Salah satu jenis layanan yang ada di Posyandu adalah layanan pembinaan gizi dan
kesehatan ibu dan anak. Kegiatan pembinaan gizi dilakukan untuk mencegah atau mengurangi
tingkat stunting. Stunting atau kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat dari kekurangan
gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Kasus stunting di Kabupaten Sambas
cukup tinggi. Dari data dinas kesehatan, di tahun 2017 Kabupaten Sambas berada di tingkat
kedelapan dari 14 kabupaten kota di Kalbar dengan angka 28,2%. Berdasarkan wawancara
yang dilakukan dengan bidan desa, terdapat 2 kasus stunting pada tahun 2021 di Desa Tanjung
Mekar. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk ikut berpartisipasi dalam menekan
angka stunting di Kabupaten Sambas dengan melakukan kegiatan edukasi melalui
pemanfaatan motion graphic dalam meningkatkan pelayanan pada Posyandu Mentawa,
Kabupaten Sambas. Sasaran kegiatan ini meliputi peningkatan pemahaman masyarakat
mengenai bahaya stunting dan cara pencegahannya. Sedangkan target kegiatan ini adalah
kepada para kader Posyandu Mentawa dan masyarakat peserta Posyandu anak di Posyandu
Mentawa, Kecamatan Sambas, Kabupaten Sambas. Motion graphic dipilih untuk membuat
media edukasi yang menarik dengan menggunakan visual, warna, dan suara (multimedia)
agar informasi yang disampaikan lebih mudah dipahami dan diingat oleh orang yang
melihatnya.

Article Details

Section
Articles